About Life

by 23.55 0 komentar


Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Jika ini adalah tulisan terakhirku

Selamat sore temans, beberapa waktu lalu pena menghadapi yang namanya ‘kegalauan’. Tiba-tiba nangis, tiba-tiba murung, tiba-tiba sedih, semuanya serba tiba-tiba. Pena kira hal itu adalah sesuatu yang tak berarti, tapi ternyata pena sadar itu semua bukan tanpa sebab. Allah sedang rindu dengan pena, tapi pena acuh dan malah rindu yang lain, hmm.

Lalu dalam beberapa hari terakhir ini juga banyak pena kutip kabar-kabar yang membuat biru suasana, “Pengumuman SBMPTN 2018” semuanya bertemu garis start yang baru, ada yang mulai untuk daftar ulang, ada juga yang harus mulai move on dan menyusun rute baru. Semua rasa beradu dalam satu waktu.

Tapi bukan itu fokus pena, karena bagaimanapun kunci dari segala yang didamba adalah ‘SEMANGAT’. Ya, semangat berdoa, semangat berikhtiar, dan semangat untuk terus memperluas kelapangan hati.

“Pen, enak banget sih lu ngomong. Ngerasain juga enggak kan?” Hmm, terimakasih tohokannya, tapi jelas semua sudah ada porsinya. Pena pernah tenggelam dalam telaga keperihan, ya pernah. Kita tidak mungkin sulit sendirian dan Allah uji sesuai dengan kemampuan, kalau terus merisaukan kebahagiaan orang lain, kapan kita bisa bahagia?

Selalu tanamkan keyakinan kepada Allah, saat dahulu diajarkan beriman kita diajarkan untuk yakin pada Allah, maka yakinlah “mengusahakan yang terbaik maka siapkan diri pula untuk memanen yang terbaik. “ dan jangan lupa untuk saling membantu dan menguatkan sesama jua, itu wajib.

By The Way …

Masih satu topik beda sub aja sih,
Jumat lalu, hanya selisih lima jumat dengan nenek pena, saudara pena jua berpulang. Baru beberapa waktu pena ditegur Allah “Setiap yang bernyawa pasti akan mati.” Lalu pena ditegur lagi, “Semua yang ada di bumi pasti akan binasa.” Selain duka karena sanak family tiada, duka terdalam adalah jika tiba saatku bagaimana ya? Bagaimana kabar bekal akhirat ya?

Ternyata kegalauan yang tadi pena ceritakan di paragraf awal itu adalah karena Allah rindu.

Teman, perihal ribuan rasi mimpi yang kita susun. Boleh saja susun sematang dan secermat mungkin, serapi dan semenawan mungkin, sehebat dan semenggairahkan mungkin, ya semua mimpimu kamu berhak tentukan. Angan manusia memang menembus limitasi, namun tidak dengan manusianya. Karena usia kita tidak bisa menembus batas-batas kodrat.

Maka untuk kegagalan-kegagalan yang lalu, biarlah jadikan itu sebagai pengingat sembari terus menerus mengevaluasi, karena yang terpenting dari segala upaya tadi juga adalah ridho Allah. Allah ridho tidak ya jika kita menginginkan sesuatu namun rawan untuk disombongkan, percayalah selalu ada hikmah di balik kalah dan selalu ada medal di balik gagal.

Terus bersemangat, dan mengupayakan yang terbaik versi kita. Agar nantinya jika tiba di ujung masa, kenang pula akhir yang terbaik.

SEMANGAT LILLAAHI TA’ALA!!!
Wassalaamu’alaikum.


Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar